Makalah · arXiv 1505.04597
U-Net: Convolutional Networks for Biomedical Image Segmentation
Ringkasan tiga baris
- 🎯 Melatih jaringan segmentasi biomedis berbasis piksel berpresisi tinggi secara end-to-end menggunakan dataset beranotasi yang sangat kecil.
- 🔧 Arsitektur konvolusional simetris berbentuk U yang menggabungkan contracting path untuk konteks, expansive path dengan skip connection untuk lokalisasi presisi, valid convolution tanpa padding, augmentasi deformasi elastis, dan peta bobot batas pemisahan.
- 📈 Mengungguli metode sliding-window pada tantangan segmentasi ISBI EM (warping error 0.000353) dan memenangkan ISBI Cell Tracking Challenge 2015 dengan IOU 0.9203 pada PhC-U373 serta IOU 0.7756 pada DIC-HeLa.
Abstrak
Terdapat konsensus luas bahwa pelatihan jaringan dalam yang berhasil memerlukan ribuan sampel latih beranotasi. Dalam makalah ini, kami menyajikan arsitektur jaringan dan strategi pelatihan yang mengandalkan pemanfaatan augmentasi data secara intensif untuk menggunakan sampel beranotasi yang tersedia secara lebih efisien. Arsitektur ini terdiri dari contracting path untuk menangkap konteks dan expanding path simetris yang memungkinkan lokalisasi presisi. Kami menunjukkan bahwa jaringan semacam ini dapat dilatih secara end-to-end dari citra yang sangat sedikit dan mengungguli metode terbaik sebelumnya (sliding-window convolutional network) pada tantangan ISBI untuk segmentasi struktur neuronal dalam tumpukan mikroskop elektron. Menggunakan jaringan yang sama yang dilatih pada citra mikroskopi cahaya transmisi (phase contrast dan DIC), kami memenangkan ISBI cell tracking challenge 2015 dalam kategori tersebut dengan selisih yang besar. Selain itu, jaringan ini berkinerja cepat. Segmentasi citra berukuran 512x512 membutuhkan waktu kurang dari satu detik pada GPU modern. Implementasi lengkap (berbasis Caffe) dan jaringan yang telah dilatih tersedia di http://lmb.informatik.uni-freiburg.de/people/ronneber/u-net .
Abstrak asli (bahasa Inggris)
There is large consent that successful training of deep networks requires many thousand annotated training samples. In this paper, we present a network and training strategy that relies on the strong use of data augmentation to use the available annotated samples more efficiently. The architecture consists of a contracting path to capture context and a symmetric expanding path that enables precise localization. We show that such a network can be trained end-to-end from very few images and outperforms the prior best method (a sliding-window convolutional network) on the ISBI challenge for segmentation of neuronal structures in electron microscopic stacks. Using the same network trained on transmitted light microscopy images (phase contrast and DIC) we won the ISBI cell tracking challenge 2015 in these categories by a large margin. Moreover, the network is fast. Segmentation of a 512x512 image takes less than a second on a recent GPU. The full implementation (based on Caffe) and the trained networks are available at http://lmb.informatik.uni-freiburg.de/people/ronneber/u-net .
Panduan membaca
Masalah dan motivasi
Segmentasi citra biomedis membutuhkan klasifikasi tingkat piksel yang padat (lokalisasi), bukan sekadar kategorisasi tingkat citra. Dua tantangan mendasar mendominasi bidang ini:
- Data latih beranotasi sangat langka, sering kali hanya terdiri dari beberapa lusin citra, bukan ribuan atau jutaan.
- Metode deep learning sebelumnya, seperti sliding-window convolutional networks berbasis patch (misalnya, Cireşan et al.), memiliki redundansi yang tinggi, inferensi lambat, serta trade-off inheren antara konteks patch dan presisi lokalisasi.
Para peneliti berupaya menciptakan fully convolutional network end-to-end yang dapat menangkap konteks global sekaligus detail lokal halus secara bersamaan, memproses citra berukuran besar tanpa batas resolusi secara mulus, dan dapat dilatih dengan sukses dari data yang sangat terbatas.
Ide-ide utama
- Arsitektur Simetris Berbentuk U: Memperluas fully convolutional networks dengan memasangkan encoder kontraktif (downsampling) dengan decoder ekspansif (upsampling) yang sama ekspresifnya, dilengkapi dengan banyak kanal fitur untuk meneruskan konteks ke tingkat atas.
- Skip Connections: Peta fitur beresolusi tinggi dari contracting path disalin dan digabungkan (concatenation) dengan peta fitur hasil upsampling pada expansive path (setelah dipangkas/crop), menyediakan detail lokalisasi spasial presisi yang hilang selama proses pooling.
- Overlap-Tile Strategy dengan Valid Convolutions: Jaringan menggunakan konvolusi tanpa padding (unpadded convolutions). Area perbatasan diprediksi secara mulus dengan membagi ubin citra (tiling) dan mengekstrapolasi konteks yang hilang melalui pencerminan (mirroring), mengatasi keterbatasan memori GPU pada citra berukuran besar.
- Augmentasi Deformasi Elastis: Deformasi elastis yang realistis dan halus dibuat melalui kisi acak kasar untuk melatih invarian deformasi pada jaringan, secara drastis mengurangi jumlah sampel latih yang dibutuhkan.
- Pembobotan Loss Batas Pemisahan: Peta bobot per piksel yang telah dihitung sebelumnya memberikan penalti pada kesalahan di batas latar belakang antara sel-sel yang saling bersentuhan dari kelas yang sama, memungkinkan pemisahan instans secara jelas.
Metode
Struktur Jaringan
Jaringan ini memiliki 23 lapisan konvolusional yang terorganisasi ke dalam dua jalur:
- Contracting Path: Blok berulang yang terdiri dari dua konvolusi tanpa padding (masing-masing diikuti oleh ReLU) dan operasi max pooling dengan stride 2. Jumlah kanal fitur berlipat ganda pada setiap tahap pooling.
- Expansive Path: Blok berulang dari operasi upsampling yang diikuti oleh konvolusi ("up-convolution") yang membagi dua jumlah kanal fitur, penggabungan dengan peta fitur yang dipangkas dari contracting path dengan resolusi yang cocok, dan dua konvolusi yang diikuti oleh ReLU.
- Lapisan Terakhir: Konvolusi memetakan representasi fitur 64 kanal secara langsung ke skor kelas yang diinginkan.
Fungsi Loss dan Pembobotan Batas
Jaringan dilatih menggunakan softmax cross-entropy tingkat piksel: di mana menunjukkan aktivasi untuk kanal fitur pada piksel , adalah label kelas ground truth, dan adalah peta bobot loss spasial.
Untuk menyeimbangkan frekuensi kelas dan memisahkan objek yang bersentuhan, didefinisikan sebagai: di mana menyeimbangkan frekuensi kelas, adalah jarak ke batas sel terdekat, adalah jarak ke batas sel terdekat kedua, dan peneliti menetapkan serta piksel.
Optimasi
- Dilatih menggunakan SGD pada Caffe dengan batch size 1 (satu ubin citra besar) dan momentum tinggi (0.99).
- Bobot diinisialisasi dari distribusi Gaussian dengan standar deviasi , di mana adalah jumlah node input per neuron.
Hasil
- ISBI EM Segmentation Challenge (Struktur Neuronal):
- Meraih peringkat terbaik dengan warping error sebesar , Rand error sebesar , dan kesalahan piksel sebesar (dirata-ratakan dari 7 versi rotasi, tanpa pasca-pemrosesan tambahan).
- Mengungguli metode state-of-the-art sebelumnya oleh Cireşan et al. (warping error , Rand error ).
- ISBI Cell Tracking Challenge 2015:
- PhC-U373 (Phase Contrast): Mencapai rata-rata Intersection over Union (IOU) sebesar , dibandingkan dengan algoritma terbaik kedua sebesar .
- DIC-HeLa (Differential Interference Contrast): Mencapai rata-rata IOU sebesar , dibandingkan dengan algoritma terbaik kedua sebesar .
- Efisiensi: Mensegmentasi citra membutuhkan waktu kurang dari satu detik pada GPU modern, dengan total waktu pelatihan memakan waktu sekitar 10 jam pada GPU NVIDIA Titan (6 GB).
Keterbatasan dan pertanyaan terbuka
- Konvolusi Tanpa Padding dan Pemangkasan: Karena konvolusi bersifat valid (unpadded), ukuran ubin keluaran selalu lebih kecil daripada ubin masukan, sehingga memerlukan pemilihan dimensi ubin masukan yang cermat agar habis dibagi di semua langkah pooling dan memerlukan pencerminan pada batas citra.
- Pemisahan Instans melalui Bobot Heuristik: Pemisahan instans yang saling bersentuhan bergantung pada peta bobot morfologis yang dirancang manual, alih-alih menggunakan instance embeddings end-to-end atau cabang deteksi terpisah.
- Desain Khusus 2D: Makalah ini berfokus pada irisan 2D, menyerahkan adaptasi untuk akuisisi biomedis volumetrik 3D untuk penelitian selanjutnya.
Istilah kunci
- contracting path
- Bagian encoder dari U-Net yang berulang kali menerapkan konvolusi 3x3 tanpa padding dan max pooling untuk menangkap konteks dan mengekstraksi representasi fitur tingkat tinggi.
- expansive path
- Bagian decoder simetris dari U-Net yang melakukan upsampling pada peta fitur, mengurangi dimensi kanal, dan merekonstruksi segmentasi spasial yang presisi.
- up-convolution
- Konvolusi 2x2 yang diterapkan setelah upsampling yang membagi dua jumlah kanal fitur sebelum dilakukan penggabungan (concatenation).
- overlap-tile strategy
- Pendekatan inferensi dan pelatihan yang membagi citra berukuran besar menjadi ubin-ubin yang tumpang tindih, mencerminkan wilayah perbatasan untuk menyediakan konteks yang diperlukan bagi konvolusi tanpa padding.
- elastic deformations
- Teknik augmentasi data yang menghasilkan vektor pergeseran halus pada kisi kasar melalui interpolasi bikubik untuk mensimulasikan variasi jaringan biologis.
- weight map
- Fungsi pembobotan loss yang bervariasi secara spasial, menggabungkan penyeimbangan frekuensi kelas dan penalti eksponensial berdasarkan jarak ke dua sel terdekat untuk memisahkan objek yang bersentuhan.
- warping error
- Metrik evaluasi segmentasi yang digunakan dalam tantangan ISBI EM yang menilai kebenaran topologis, seperti membran neuronal yang tidak terputus.
- fully convolutional network
- Jaringan saraf tiruan yang seluruhnya terdiri dari operasi konvolusi dan pooling tanpa lapisan fully connected, memungkinkan prediksi padat pada berbagai ukuran masukan.
Pertanyaan
Mengapa U-Net memangkas peta fitur sebelum penggabungan (concatenation) pada skip connections?
Karena U-Net menggunakan konvolusi valid (tanpa padding), setiap konvolusi mengurangi ukuran peta fitur di sepanjang piksel perbatasan. Pemangkasan peta fitur dari contracting path memastikan dimensi spasialnya cocok dengan peta fitur hasil upsampling untuk digabungkan.
Bagaimana cara U-Net menangani perbatasan citra besar selama inferensi?
U-Net menerapkan overlap-tile strategy: untuk memprediksi wilayah dalam yang valid dari sebuah ubin, piksel kontekstual di sekitarnya disertakan sebagai input, dan setiap data yang hilang di luar batas citra diekstrapolasi dengan metode pencerminan (mirroring).
Bagaimana cara U-Net memisahkan sel-sel yang saling bersentuhan?
U-Net menggunakan peta bobot yang telah dihitung sebelumnya dalam fungsi loss yang menambahkan penalti eksponensial besar pada piksel latar belakang yang terletak di antara batas sel terdekat dan kedua terdekat, memaksa jaringan untuk mempertahankan batas pemisahan yang tipis.
Mengapa batch size diatur ke 1 selama pelatihan?
Penulis memprioritaskan ubin citra yang besar dibandingkan batch size yang besar untuk memaksimalkan konteks dalam memori GPU yang tersedia (6 GB NVIDIA Titan), mengimbangi batch size ubin tunggal dengan menggunakan momentum SGD yang tinggi sebesar 0.99.
Ulasan di halaman ini ditulis oleh AI dari makalah dan mungkin mengandung kesalahan. Baca makalahnya untuk detail.