XYZNOT

Makalah · arXiv 2610.36729

Hy-Nomas: Menuju Pembangkitan Dunia Interaktif Bebas (Free-form)

Hy-Nomas: Towards Free-form Interactive World Generation

Terbit cs.CV arXivPDF

Baca dengan terjemahan dan AI

Ringkasan tiga baris

  1. 🎯 Mengadaptasi model difusi text-to-video menjadi model dunia interaktif rentan mengalami kebocoran informasi, kesalahan urutan aksi, pengulangan aksi antarsegmen, dan pergeseran galat yang menumpuk.
  2. 🔧 Memperkenalkan DiT autoregresif 8B yang mengusung action-aware causal attention, teks kronologis terstruktur, cross-attention kamera kontinu selaras bingkai, segment forcing, dan kurikulum pelatihan bertingkat.
  3. 📈 Dalam evaluasi manusia di Hy-Nomas-Bench, Hy-Nomas meraih win rate 65,0% atas HappyOyster-Directing dan 75,0% atas LingBot-World v2 dalam kepatuhan prompt teks multi-turn.

Abstrak

Pembangkitan dunia interaktif mengharuskan model untuk mematuhi perintah berurutan sembari mempertahankan riwayat relevan dan konsekuensi tindakan. Kami memperkenalkan Hy-Nomas, sebuah model dunia video dengan backbone difusi 8B yang mendukung instruksi teks bebas (free-form) dan kontrol kamera kontinu lintas berbagai giliran interaksi. Model ini menghasilkan segmen dengan panjang variabel yang dikondisikan pada masukan saat ini dan riwayat yang di-cache. Desain utama kami menyelaraskan teks video terstruktur dengan action-aware causal attention: konteks deskriptif tetap dapat diakses di seluruh segmen, sementara instruksi tindakan dibatasi hanya pada jendela temporal yang dituju. Sebuah vision-language Prompt Enhancer (PE) menerjemahkan permintaan pengguna dan riwayat interaksi multimodal menjadi kondisi terstruktur untuk segmen berikutnya. Kurikulum multi-tahap secara progresif memperkenalkan pembangkitan kausal, interaksi teks, kontrol kamera, dan pelatihan pada riwayat buatan model, yang diikuti oleh distilasi difusi. Dalam evaluasi manusia, Hy-Nomas menunjukkan kinerja yang unggul dibandingkan model dunia yang ada saat ini. Kami merilis bobot model, kode, dan tolok ukur, bersama dengan alur kerja adaptasi ringan, untuk mendukung riset yang dapat direproduksi pada pembangkitan dunia interaktif.

Abstrak asli (bahasa Inggris)

Interactive world generation requires models to follow successive commands while preserving relevant history and action consequences. We present Hy-Nomas, a video world model with an 8B diffusion backbone that supports free-form text instructions and continuous camera control across multiple interaction turns. It generates variable-length segments conditioned on current inputs and cached history. Our central design aligns structured video captions with action-aware causal attention: descriptive context remains accessible across segments, while action instructions are restricted to their intended temporal windows. A vision-language Prompt Enhancer (PE) translates user requests and multimodal interaction histories into structured conditions for the next segment. A multi-stage curriculum progressively introduces causal generation, text interaction, camera control, and training on model-generated histories, followed by diffusion distillation. In human evaluation, Hy-Nomas shows superior performance over existing world models. We release model weights, code and benchmarks, together with a lightweight adaptation workflow, to support reproducible research on interactive world generation.

Panduan membaca

Masalah dan motivasi

Model dunia video interaktif berfungsi sebagai lingkungan virtual simulasi yang menghasilkan observasi visual masa depan sebagai respons terhadap tindakan pengguna yang berkelanjutan. Berbeda dari sistem text-to-video (T2V) standar yang merender klip yang ditentukan sebelumnya, model dunia interaktif harus:

  1. Menerima perintah yang masuk secara dinamis selama proses pembangkitan.
  2. Menangani intervensi semantik (teks bebas) sekaligus navigasi spasial (pose kamera kontinu).
  3. Mencegah tindakan sebelumnya diulangi secara keliru pada segmen-segmen berikutnya sembari tetap mempertahankan konteks visual dan konsekuensi adegan yang bertahan lama.
  4. Menghindari pergeseran menumpuk (compounding drift) yang parah selama rollout autoregresif tanpa mengalami ledakan memori katastropik.

Hy-Nomas menjawab tantangan-tantangan ini dengan mengadaptasi transformer difusi dua arah (bidirectional diffusion transformer) 8B (HunyuanVideo 1.5) menjadi model dunia video autoregresif berbasis segmen yang terpadu.

Ide-ide utama

  • Action-Aware Causal Attention: Membedakan antara konteks adegan deskriptif yang persisten ("head") dan instruksi tindakan yang teralokasi secara temporal ("tails"). Konteks deskriptif tetap dapat diakses oleh segmen-segmen mendatang, sementara token tindakan dibatasi hanya pada segmen asalnya serta batas temporalnya, guna mencegah eksekusi ulang tindakan.
  • Continuous Camera Conditioning: Menggunakan transformasi relatif antarbinkai (frame-to-frame) yang dinormalisasi dengan skala gerakan level video dan diinjeksikan melalui cross-attention khusus per blok.
  • Prompt Enhancer (PE): Model vision-language multimodal hasil fine-tuning (berbasis Qwen3.8-27B) yang menerjemahkan maksud pengguna multi-turn dan observasi historis ke dalam format kondisi JSON terstruktur yang merinci perubahan adegan, label kamera, dan tindakan yang tercakup.
  • Segment Forcing dengan Streaming Backward: Melatih generator autoregresif pada prediksi terdenoisasi satu-langkahnya sendiri untuk mencocokkan distribusi galat waktu inferensi sembari menjaga memori tetap terbatas.
  • Distilasi hingga 4 NFE: Mendistilasi sampler Euler 100-langkah menjadi 4 evaluasi fungsi jaringan (NFE) per segmen menggunakan inisialisasi Phased Consistency Model (PCM), Decoupled Distribution Matching Distillation (DDMD), dan penyempurnaan adversarial kausal.

Metode (beserta persamaan kunci)

Representasi Video Ruang Laten

Video RGB dikompresi melalui encoder kausal DCAE-V menjadi representasi laten : Setiap posisi laten diproyeksikan ke dalam ruang tersembunyi DiT 2.048 dimensi.

Tujuan Pelatihan (Training Objective)

Model dilatih melalui linear flow matching pada laten bersih dan derau : Jaringan memprediksi kecepatan , yang disupervisi menggunakan mean squared error.

Action-Aware Causal Attention & Pengondisian Kamera

Untuk segmen , token video memperhatikan segmen masa lalu secara kausal dan memperhatikan secara dua arah di dalam segmen . Di dalam setiap segmen, token kueri di dalam jendela tindakan hanya memperhatikan token teks dari tindakan tersebut serta head lingkungan. Pada cross-attention, token visual memperhatikan token kamera relatif 64-D :

Segment Forcing

Untuk mempersiapkan model menghadapi akumulasi galat pada waktu inferensi, segmen menghitung loss flow-nya dan memperbarui cache KV untuk segmen menggunakan laten terdenoisasi satu-langkah: Streaming backward melepaskan aktivasi perantara segmen-demi-segmen, sehingga hanya menyisakan graf komputasi satu segmen di dalam memori GPU.

Estimasi FLOP Pengemasan Terdistribusi (Distributed Packing FLOP Estimation)

Video dikemas ke dalam batch hingga 360 ribu token, diseimbangkan berdasarkan estimasi FLOP komputasi: di mana adalah jumlah token yang valid, dan adalah jumlah pasangan kueri-kunci yang tidak dimasker (unmasked).

Hasil (beserta angka-angka terpenting)

Dievaluasi pada Hy-Nomas-Bench (280 skenario uji di 4 tolok ukur):

  • Bench-1 (Interaksi Teks Multi-Turn):
    • Kepatuhan prompt: Hy-Nomas meraih kemenangan 65,0% vs. kekalahan 10,0% melawan HappyOyster-Directing, dan kemenangan 75,0% vs. kekalahan 8,3% melawan LingBot-World v2.
    • Masuk akal secara fisik (physical plausibility): Hy-Nomas meraih kemenangan 45,0% vs. kekalahan 11,7% melawan HappyOyster-Directing, dan kemenangan 68,3% vs. kekalahan 5,0% melawan LingBot-World v2.
  • Bench-2 (Navigasi Kamera): Hy-Nomas meraih tingkat kemenangan bersih lebih tinggi di 100 lintasan: kemenangan 32,0% vs. kekalahan 14,0% melawan Genie 3, dan kemenangan 36,0% vs. kekalahan 10,0% melawan HappyOyster-Wandering.
  • Bench-3 (Teks & Kamera Interleaved): Meraih kemenangan 75,0% (vs. kekalahan 8,3%) dalam kepatuhan prompt, dan kemenangan 73,3% (vs. kekalahan 1,7%) dalam keabsahan fisik melawan LingBot-World v2.
  • Bench-4 (Memori Spasial): Hy-Nomas melampaui LingBot-World v2 (kemenangan 58,3% vs. kekalahan 1,7%) dan HappyOyster (kemenangan 30,0% vs. kekalahan 23,3%), tetapi berada di belakang Genie 3 (kemenangan 13,3% vs. kekalahan 30,0%, dengan 56,7% seri), yang diuntungkan oleh basis data Street View.
  • Penerapan pada GPU Tunggal: Kuantisasi INT8, sliding-window attention, dan CPU offloading memungkinkan rollout 100 detik beresolusi 720p pada satu NVIDIA RTX 4090 dengan memori puncak GPU 20,53 GiB.

Batasan dan pertanyaan terbuka

  • Kesenjangan Memori Spasial Jangka Panjang: Genie 3 tetap unggul dalam konsistensi spasial saat mengunjungi kembali lokasi setelah pergerakan kamera yang rumit; pelatihan tanpa data lintasan memutar (looped trajectories) membatasi retensi jangkar spasial.
  • Regresi Kamera pada LoRA: Penyesuaian halus (fine-tuning) pada dataset domain spesifik (misal, gaya sinematik) meningkatkan kepatuhan prompt dan estetika visual tetapi menurunkan kinerja kontrol kamera (kemenangan 19% vs. kekalahan 37%) akibat minimnya variasi lintasan kamera dalam data hilir.
  • Akurasi Fisik dalam Robotika: Meskipun aksi lengan ganda di luar distribusi (out-of-distribution) dapat dihasilkan melalui adaptasi LoRA, difusi video secara bawaan tidak menjamin fisika robot level eksekusi atau kesesuaian force-torque.
  • Perubahan Status di Luar Layar (Off-Screen): Perubahan yang terjadi di luar bidang pandang (misalnya, detak jam yang tidak terlihat) tidak dapat ditangkap murni melalui retrieval KV visual tanpa pelacakan status agen simbolik eksternal yang eksplisit.

Istilah kunci

Action-Aware Causal Attention
Mekanisme masking atensi yang memungkinkan konteks adegan deskriptif bertahan lintas segmen sembari membatasi instruksi tindakan tertentu secara ketat hanya pada segmen target dan batasan temporalnya.
Prompt Enhancer (PE)
Model vision-language yang disesuaikan (fine-tuned) untuk mengonversi prompt teks pengguna, perintah kamera, dan riwayat segmen video menjadi teks dan durasi JSON terstruktur untuk pembangkitan segmen-demi-segmen.
Segment Forcing
Skema pelatihan di mana setiap segmen video dikondisikan pada konteks ter-cache yang diestimasi melalui denoising satu-langkah dari laten berderau miliknya sendiri, mencocokkan distribusi inferensi autoregresif dengan streaming backward.
DCAE-V
Autoencoder video kausal yang menyediakan kompresi spasial 32x dan temporal 4x ke dalam representasi laten 32 kanal.
Hy-Nomas-Bench
Tolok ukur berisi 280 kasus uji yang mencakup interaksi teks multi-turn, navigasi kamera, kontrol interleaved, dan memori spasial.
Diffusion Distillation
Alur kerja akselerasi dua tahap yang menggabungkan Phased Consistency Models (PCM), Decoupled DMD, dan penyempurnaan adversarial kausal untuk memadatkan 100 langkah difusi menjadi 4 NFE per segmen.
Flex-Flash-Attention (FFA)
Kernel atensi dari MagiAttention yang mengeksekusi mask heterogen dan tidak beraturan menggunakan definisi irisan kompak guna menghindari komputasi blok yang dimasker pada urutan hingga 360 ribu token.
PixelUMM Decoder
Decoder ruang piksel berbasis difusi yang menggantikan decoding VAE standar untuk merekonstruksi detail tekstur frekuensi tinggi dari laten terkompresi melalui sampling terdistilasi satu langkah.

Pertanyaan

Model dasar apa yang digunakan oleh Hy-Nomas?

Hy-Nomas dibangun di atas backbone HunyuanVideo 1.5 berparameter 8B, diadaptasi dari DiT dua arah aslinya menjadi transformer difusi kausal autoregresif dengan kompresi DCAE-V.

Bagaimana Hy-Nomas menghindari pengulangan tindakan yang sudah diselesaikan sebelumnya?

Melalui action-aware causal attention: tindakan masa lalu dikategorikan sebagai 'action tails' yang tokennya dimasker dari segmen berikutnya, sementara 'heads' lingkungan tetap tidak dimasker di dalam KV cache.

Bisakah Hy-Nomas dijalankan pada GPU konsumen seperti NVIDIA RTX 4090?

Ya. Menggunakan KV-caching INT8 dan kuantisasi bobot, sliding-window attention, CPU offloading, serta decoder PixelUMM yang terdistilasi, Hy-Nomas dapat menghasilkan video 720p berdurasi 100 detik pada satu RTX 4090 24GB dengan penggunaan memori puncak 20,53 GiB.

Bagaimana pergerakan kamera kontinu dikontrol?

Lintasan kamera dikodekan sebagai transformasi relatif antarbinkai (frame-to-frame) yang dinormalisasi dengan persentil ke-99 dari translasi, diproyeksikan ke vektor 64-D, dan diinjeksikan ke dalam setiap blok MMDiT melalui cross-attention.

Ulasan di halaman ini ditulis oleh AI dari makalah dan mungkin mengandung kesalahan. Baca makalahnya untuk detail.

Baca dengan terjemahan dan AI